26 Feb 2016

Apa itu LGBT?

Awal tahun 2016 ini Indonesia bahkan dunia dibuat ramai tentang yang namanya LGBT. Bermula dari perkawinan sejenis yang dilegalkan di sebagian negara Eropa dan Amerika yang menggapnya sebuah kelaziman demi yang namanya Hak Asasi Manusia (HAM).
Beberapa waktu lalu juga di Bali ada beberapa kaum homo yang melangsungkan acara resepsi pernikahan mereka. Naudzubillah,,
Mungkin sebagian orang awam bingung akan singkatan atau arti LGBT itu sendiri. LGBT adalah kepanjangan dari Lesbian Gay Biseksual dan Transgender.
Lesbian adalah kaum perempuan penyuka sesama perempuan.
Gay adalah kaum lelaki atau pria penyuka sesama pria.
Biseksual adalah sesorang lelaki yang bisa saja menyukai lawan jenisnya yaitu perempuan, selain itu juga bisa saja menyukai kaum dari jenisnya sendiri yaitu sesama laki-laki. Demikian sebaliknya.
Transgender adalah sesorang misalnya yang dilahirkan sebagai laki-laki tapi memiliki kejiwaan baik dari perilaku atau sifatnya lebih dominan ke perempuan. Demikian sebaliknya.

 Nah, sekarang apa yang bisa menyebabkan seseorang yang seharusnya normal dalam tanda kutip penyuka lawan jenis, berubah menjadi penyuka sesama jenis atau seperti yang disebut dengan LGBT.
Menurut penelitian yang kredibel, bahwa kelainan LGBT ini sebagian besar disebabkan oleh lingkungan, bilamana ada yang menyebut karena genetika/bawaan dari lahir, itu kemungkinannya sangat kecil sekali. Baca artikel ini.

Jadi perlu diketahui kelainan LGBT ini penyebabnya adalah besar kemungkinan karena lingkungan, tempat dimana kita melakukan aktifitas sehari-hari.
Lalu bagaimana kelainan LGBT ini menurut agama? Seperti kita ketahui, memang ada beberapa negara yang melegalkan perkawinan sejenis, entah negara tersebut sepertinya bisa dibilang tidak mempunyai agama. Kenapa?
Pertama, di Alquran kitab agama Islam, yaitu kitab yang sebagian besar berisi kisah sejarah umat terdahulu menjelaskan bahwasanya bagaimana kaum nabi Luth di kota Sodom, dibinasakan oleh Alloh dengan cara ditimpa dengan batu dan tanah karena kedzalimannya berbuat keji dengan menyukai sesama jenisnya sendiri, yaitu homoseksual.
Sebagaimana Allah terangkan dalam al Quran:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ( ) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ ( )

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (TQS. Al ‘Araf: 80 – 81)

Bagaimana dengan agama lain, sudah tahu kan Manny Pacquiao petinju dunia asal Filipina yang beragama Katolik rela harus diputus kontraknyan dengan perusahaan peralatan olahraga karena membandingkan kaum LGBT yang lebih hina dari hewan.
"Ini adalah masalah kelaziman. Anda pernah melihat hewan kawin dengan pasangan yang sama jenis kelaminnya? Hewan jauh lebih baik karena bisa membedakan jantan dan betina," kata Pacquiao kepada stasiun televisi TV5.
Hal ini bukan tanpa alasan, karena Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Allah merancang agar hubungan seks dilakukan hanya di antara pria dan wanita, dan hanya dalam ikatan perkawinan. (Kejadian 1:27, 28; Imamat 18:22; Amsal 5:18, 19) Alkitab mengutuk percabulan, yang mencakup perilaku homoseksual maupun heteroseksual.*
Bahkan  mantan juara kelas welter itu memposting foto dirinya bersama istrinya di Instagram dibubuhi beberapa ayat Injil, termasuk Leviticus 20:13, yang mengatakan, “kalau seorang laki-laki punya hubungan seksual dengan laki-laki lain sebagaimana dengan perempuan, keduanya melakukan hal menjijikkan. Mereka harus dibunuh; darah mereka akan dilumuri di kepala mereka.”

Begitu juga di agama Islam :
“Barangsiapa yang kalian mendapati melakukan perbuatan kaum Luth (liwath), maka bunuhlah fa’il (pelaku) dan maf’ul bih (partner)nya (HR)


Memang saya yakin 100% diagama manapun tidak ada yang membolehkan kelainan jiwa seperti LGBT ini.
Kalau menurut pendapata Jendral Ryamizard Ryacudu, LGBT adalah paham perang proxy, dimana perang yang bisa menghancurkan suatu negara tanpa harus mengirim bala tentara. Bisa jadi ini adalah paham untuk mengurangi populasi suatu negara, atau bahkan melemahkan suatu negara hingga negara tertentu gampang untuk menguasainya.
 
Say no to LGBT. 
 


0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More